Pembunuh dan yang Terbunuh, Kedua-duanya di Neraka

Posted: 9 Juni 2010 in Kehormatan Darah
Tag:,

Rasulullah s.a.w. menilai, bahawa membunuh seorang muslim sebagai satu bahagian daripada kufur dan salah satu perbuatan jahiliah yang suka melancarkan peperangan dan mengalirkan darah kendati hanya kerana seekor unta atau kuda. Maka kata Rasulullah s.a.w.:

“Memaki seorang muslim adalah fasik, dan memeranginya adalah kufur.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan sabdanya pula: “Jangan kamu kembali kafir sesudah aku meninggal, iaitu sebahagian kamu memukul leher sebahagiannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan pernah juga ia bersabda: “Apabila ada dua orang Islam, salah satunya membawa senjata untuk membunuh saudaranya, maka kedua-duanya berada di tepi jahanam; dan apabila salah satunya membunuh kawannya, maka kedua-duanya masuk jahanam. Kemudian Rasulullah s.a.w. ditanya: Ya Rasulullahl Ini yang membunuh memang mungkin, tetapi mengapa yang terbunuh sampai begitu? Jawab Nabi: kerana dia bermaksud akan membunuh saudaranya juga.” (Riwayat Bukhari)

Oleh kerana itulah Rasulullah s.a.w. melarang setiap perbuatan yang dapat membawa kepada pembunuhan atau peperangan, kendati hanya sekadar berisyarat dengan senjata. Seperti sabdanya:

“Janganlah salah seorang di antara kamu berisyarat kepada saudaranya dengan pedang, sebab dia tidak tahu barangkali syaitan akan melepaskan dari tangannya, maka dia akan jatuh ke jurang neraka.” (Riwayat Bukhari)

Dan sabdanya pula: “Barangsiapa mengisyaratkan besi kepada kawannya, maka Malaikat akan melaknatnya sehingga ia berhenti, sekalipun dia itu saudara sekandung.” (Riwayat Muslim)

Bahkan ia bersabda: “Tidak halal seorang muslim menakut-nakuti orang lain.” (Riwayat Abu Daud dan Thabarani dan rawi-rawinya kepercayaan)

Dosa ini tidak terbatas kepada si pembunuhnya saja, bahkan semua orang yang terlibat dalam pembunuhan itu, baik dengan perkataan ataupun perbuatan akan mendapat murka dari Allah sebesar dosa keterlibatannya itu. Sampai pun orang yang menyaksikan pembunuhan itu akan mendapat bahagian dosa juga. Seperti disebutkan dalam hadis Nabi yang mengatakan:

“Jangan sampai salah seorang dari antara kamu berdiri di suatu tempat yang dilakukan pembunuhan terhadap seseorang dengan penganiayaan. Sebab laknat akan turun kepada orang yang menyaksikan sedangkan dia tidak mahu membelanya.” (Riwayat Thabarani dan Baihaqi dengan sanad hasan)

Komentar
  1. […] umat dan menghilangkan makna persaudaraan Islam. Sesuatu hal yang sangat wajar dan alamiah sekali alasannya kenapa “harus ada” adzan untuk sholat. Saat kita masih sekolah (terutama SD) kita […]

  2. […] “Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu” Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah […]

  3. […] jilbab hanya sekedar kerudung saja. Akhirnya, seperti kita lihat sekarang ini, banyak wanita berkerudung tapi bercelana jeans, berkaos ketat, berpakaian tembus pandang, memakai pakaian diatas […]

  4. […] dalam ilmu ukur sudut juga luar biasa. Tabel ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus dan garis singgung tangen telah membantu para ahli Eropa memahami lebih jauh tentang ilmu ini. Ia […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s