Talaq Harus Dijatuhkan Bertahap

Posted: 8 Juni 2010 in Cerai
Tag:,

Islam memberikan kepada seorang muslim tiga talaq untuk tiga kali, dengan suatu syarat tiap kali talaq dijatuhkan pada waktu suci, dan tidak disetubuhinya. Kemudian ditinggalkannya isterinya itu sehingga habis iddah. Kalau tampak ada keinginan merujuk sewaktu masih dalan iddah, maka dia boleh merujuknya. Dan seandainya dia tetap tidak merujuknya sehingga habis iddah, dia masih boleh untuk kembali kepada isterinya itu dengan aqad baru lagi. Dan kalau dia tidak lagi berhasrat untuk kembali, maka si perempuan tersebut diperkenankan kahwin dengan orang lain.

Kalau si laki-laki tersebut kembali kepada isterinya sesudah talaq satu, tetapi tiba-tiba terjadi suatu peristiwa yang menyebabkan jatuhnya talaq yang kedua, sedang jalan-jalan untuk menjernihkan cuaca sudah tidak lagi berdaya, maka dia boleh menjatuhkan talaqnya yang kedua, dengan syarat seperti yang kami sebutkan di atas; dan dia diperkenankan merujuk tanpa aqad baru (kerana masih dalam iddah) atau dengan aqad baru (kerana sesudah habis iddah).

Dan kalau dia kembali lagi dan dicerai lagi untuk ketiga kalinya, maka ini merupakan suatu bukti nyata, bahawa perceraian antara keduanya itu harus dikukuhkan, sebab persesuaian antara keduanya sudah tidak mungkin. Oleh kerana itu dia tidak boleh kembali lagi, dan si perempuan pun sudah tidak lagi halal buat si laki-laki tersebut, sampai dia kahwin dengan orang lain secara syar’i. Bukan sekadar menghalalkan si perempuan untuk suaminya yang pertama tadi.

Dari sini kita tahu, bahawa menjatuhkan talaq tiga dengan satu kali ucapan, berarti menentang Allah dan menyimpang dari panduan Islam yang lurus.

Tepatlah apa yang diriwayatkan, bahawa suatu ketika Rasulullah s.a.w. pernah diberitahu tentang seorang laki-laki yang mencerai isterinya tiga talaq sekaligus. Kemudian Rasulullah berdiri dan marah, sambil bersabda: “Apakah dia mahu mempermainkan kitabullah, sedang saya berada di tengah-tengah kamu? Sehingga berdirilah seorang laki-laki lain, kemudian dia berkata: Ya Rasulullah! apakah tidak saya bunuh saja orang itu!” (Riwayat Nasa’i)

Komentar
  1. […] sejak tahun 2005 ketika dia bermain di klub Turki, Galatasaray. Di negeri bekas pusat kekhalifahan Utsmani itu Allah SWT memberikan hidayah kepadanya. Dia dipertemukan dengan seorang wanita asal […]

  2. […] sejak tahun 2005 ketika dia bermain di klub Turki, Galatasaray. Di negeri bekas pusat kekhalifahan Utsmani itu Allah SWT memberikan hidayah kepadanya. Dia dipertemukan dengan seorang wanita asal […]

  3. […] tahu persis bagaimana ujung dari proses pemurtadan tersebut, terdapat banyak anak-anak, bapak-bapak dan ibu-ibu yang masih polos agamanya menerima paket injil tersebut dengan begitu mudahnya. Untuk itu, […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s