Setiap yang Berbahaya Dimakan atau Diminum, Tetap Haram

Posted: 8 Juni 2010 in Makanan & Minuman
Tag:,

Di sini ada suatu kaidah yang menyeluruh dan telah diakuinya dalam syariat Islam, iaitu bahawa setiap muslim tidak diperkenankan makan atau minum sesuatu yang dapat membunuh, lambat ataupun cepat, misalnya racun dengan segala macamnya; atau sesuatu yang membahayakan termasuk makan atau minum yang terlalu banyak yang menyebabkan sakit. Sebab seorang muslim itu bukan menjadi milik dirinya sendiri, tetapi dia adalah milik agama dan umatnya. Hidupnya, kesihatannya, hartanya dan seluruh nikmat yang diberikan Allah kepadanya adalah sebagai barang titipan (amanat). Oleh kerana itu dia tidak boleh meneledorkan amanat itu. Firman Allah:

“Janganlah kamu membunuh diri-diri kamu, kerana sesungguhnya Allah Maha Belas-kasih kepadamu.” (an-Nisa’: 29)

“Jangan kamu mencampakkan diri-diri kamu kepada kebinasaan.” (al-Baqarah: 195)

Dan Rasulullah s.a.w. pun bersabda: “Tidak boleh membuat bahaya dan membalas bahaya.” (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)

Sesuai dengan kaidah ini, maka kami berpendapat: sesungguhnya rokok (tembakau) selama hal itu dinyatakan membahayakan, maka menghisap rokok hukumnya adalah haram. Lebih-lebih kalau dokter spesialis sudah menetapkan hal tersebut kepada seseorang tertentu.

Kalaupun toh ditakdirkan tidak jelas bahayanya terhadap kesihatan seseorang, tetapi yang jelas adalah membuang-buang wang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, baik untuk agama ataupun untuk urusan dunia. Sedang dalam hadisnya dengan tegas Rasulullah s.a.w. melarang membuang-buang harta.

Larangan ini dapat diperkuat lagi, kalau ternyata harta tersebut amat diperlukan untuk dirinya sendiri, atau keluarganya.

Komentar
  1. […] pada kitab-kitab itu dan kiab-kitab yang semisalnya. Akan tetapi kami melihat mereka (ulama’ dan penuntut ilmu) “dengan rasa prihatin”, telah berpaling dari membaca kitab-kitab yang tersebut di atas, mereka […]

  2. […] : Bolehkah seorang laki-laki berjabat tangan dengan saudara ipar perempuan, jika itu dilakukan tanpa khalwat, di hadapan sanak saudara dan orang tua, yang […]

  3. […] bergelimangnya harta daripadanya. Padahal sesungguhnya harta yang terbaik bagi suami atau laki – laki yang menjadi pendamping hidupnya itu adalah pada kebaikan akhlaknya, yang beramal sholeh, yang […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s