Rahasia Penyembelihan dan Hikmahnya

Posted: 8 Juni 2010 in Makanan & Minuman
Tag:

Rahasia penyembelihan, menurut yang kami ketahui, iaitu melepaskan nyawa binatang dengan jalan yang paling mudah, yang kiranya meringankan dan tidak menyakiti. Untuk itu maka disyaratkan alat yang dipakai harus tajam, supaya lebih cepat memberi pengaruh.

Di samping itu dipersyaratkan juga, bahawa penyembelihan itu harus dilakukan pada leher, kerana tempat ini yang lebih dekat untuk memisahkan hidup binatang dan lebih mudah.

Dan dilarang menyembelih binatang dengan menggunakan gigi dan kuku, kerana penyembelihan dengan alat-alat tersebut dapat menyakiti binatang. Pada umumnya alat-alat tersebut hanya bersifat mencekik.

Nabi memerintahkan, supaya pisau yang dipakai itu tajam dan dengan cara yang sopan. Sabda Nabi: “Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada sesuatu. Oleh kerana itu jika kamu membunuh, maka perbaikilah cara membunuhnya, dan apabila kamu menyembelih maka perbaikilah cara menyembelihnya dan tajamkanlah pisaunya serta mudahkanlah penyembelihannya itu.” (Riwayat Muslim)

Di antara bentuk kebaikan ialah seperti apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, bahawa Rasulullah memerintahkan supaya pisaunya itu yang tajam. Sabda Nabi: “Apabila salah seorang di antara kamu memotong (binatang), maka sempurnakanlah.” (Riwayat Ibnu Majah)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahawa ada seorang yang membaringkan seekor kambing sambil ia mengasah pisaunya, maka kata Nabi: “Apakah kamu akan membunuhnya, sesudah dia menjadi bangkai? Mengapa tidak kamu asah pisaumu itu sebelum binatang tersebut kamu baringkan?” (Riwayat Hakim)

Umar Ibnul-Khattab pernah juga melihat seorang laki-laki yang mengikat kaki seekor kambing dan diseretnya untuk disembelih, maka kata Umar: ‘Sial kamu! Giringlah dia kepada mati dengan suatu cara yang baik.’ (Riwayat Abdurrazzaq).

Begitulah kita dapati pemikiran secara umum dalam permasalahan ini, iaitu yang pada dasarnya harus menaruh belas-kasih kepada binatang dan meringankan dia dari segala penderitaan dengan segala cara yang mungkin.

Orang-orang jahiliah dahulu suka memotong kelasa unta (bhs Jawa, punuk) dan jembel kambing dalam keadaan hidup. Cara semacam itu adalah menyiksa binatang. Oleh kerana itu Rasulullah s.a.w. kemudian menghalangi maksud mereka dan mengharamkan memanfaatkan binatang dengan cara semacam itu.

Maka kata Nabi: “Daging yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, berarti bangkai.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi dan Hakim)

Komentar
  1. […] banyak melakukan yang sedemikian itu sebab tidak ingin kembali menjadi kafir dan musyrik lagi, sehingga ada seorang wanita yang datang dengan membawa bayinya. Wanita ini agaknya […]

  2. […] ada pemungutnya. Di samping itu, persepsi orang sering berbeda mengenai batasan wanita yang masih muda dan yang sudah tua. Bisa jadi seseorang menganggap wanita anu sudah tua, tetapi yang lain […]

  3. […] jodoh lagi temanmu menurut baiknya agamanya niscaya baiklah adanya suatu ummat karena baiknya agama pemimpin – pemimpin di antara kamu, dan baik pulalah rumah tangga karena baiknya agama daripada […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s