Patung yang Tidak Sempurna dan Cacat

Posted: 8 Juni 2010 in Rumah Tangga
Tag:, ,

Di dalam hadis disebutkan, bahawa Jibril a.s. tidak mahu masuk rumah Rasulullah s.a.w. kerana di pintu rumahnya ada sebuah patung. Hari berikutnya pun tidak mahu masuk, sehingga ia mengatakan kepada Nabi Muhammad: “Perintahkanlah supaya memotong kepala patung itu. Maka dipotonglah dia sehingga menjadi seperti keadaan pohon.” (Riwayat Abu Daud, Nasai, Tarmizi dan Ibnu Hibban)

Dari hadis ini segolongan ulama ada yang berpendapat diharamkannya gambar itu apabila dalam keadaan sempurna, tetapi kalau salah satu anggotanya itu tidak ada yang kiranya tanpa anggota tersebut tidak mungkin dapat hidup, maka membuat patung seperti itu hukumnya mubah,

Tetapi menurut tinjauan yang benar berdasar permintaan Jibril untuk memotong kepala patung sehingga menjadi seperti keadaan pohon, bahawa yang mu’tabar (diakui) di sini bukan kerana tidak berpengaruhnya sesuatu anggota yang kurang itu terhadap hidupnya patung tersebut, atau patung itu pasti akan mati jika tanpa anggota tersebut. Namun yang jelas, patung tersebut harus dicacat supaya tidak terjadi suatu kemungkinan untuk diagungkannya setelah anggotanya tidak ada.

Cuma suatu hal yang tidak diragukan lagi, jika direnungkan dan kita insafi, bahawa patung separuh badan yang dibangun di kota guna mengabadikan para raja dan orang-orang besar, haramnya lebih tegas daripada patung kecil satu badan penuh yang hanya sekadar untuk hiasan rumah.

Komentar
  1. […] مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” […]

  2. […] agamamu, melainkan ambillah ia sebagaimana layaknya setiap mukmin mengambil imam untuk suatu kemaslahatan ummat diantara kamu. Sesungguhnya seorang pemimpin itu adalah menjadi imam bagimu untuk […]

  3. […] Menurut Agamanya Dan Semuanya Adalah Lillahi Ta’ala « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Patung yang Tidak Sempurna dan CacatPAHLAWAN ISLAM YANG PALING TERKENAL | Dreamer Princess Diary pada 20 Orang […]

  4. […] مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ “Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s