Kembali dengan Baik atau Melepas dengan Baik

Posted: 8 Juni 2010 in Cerai
Tag:,

Kalau seorang suami mencerai isterinya dan iddahnya sudah hampir habis, maka suami boleh memilih satu di antara dua:

1. Mungkin dia merujuk dengan cara yang baik; iaitu dengan maksud baik dan untuk memperbaiki, bukan dengan maksud membuat bahaya.
2. Mungkin dia akan melepasnya dengan cara yang baik pula; iaitu dibiarkanlah dia sampai habis iddahnya dan sempurnalah perpisahan antara keduanya itu tanpa suatu gangguan dan tanpa diabaikannya haknya masing-masing.

Tidak dihalalkan seorang laki-laki merujuk isterinya sebelum habis iddah dengan maksud jahat iaitu guna memperpanjang masa iddah; dan supaya bekas isterinya itu tidak kahwin dalam waktu cukup lama. Begitulah apa yang dilakukan oleh orang-orang jahiliah dulu.

Perbuatan jahat ini diharamkan Allah dalam kitabNya dengan suatu uslub (gaya bahasa) yang cukup menggetarkan dada dan mendebarkan jantung. Maka berfirmanlah Allah:

“Apabila kamu mencerai isterimu, kemudian telah sampai pada batasnya, maka rujuklah mereka itu dengan baik atau kamu lepas dengan baik pula; jangan kamu rujuk dia dengan maksud untuk menyusahkan lantaran kamu akan melanggar. Barangsiapa berbuat demikian, maka sungguh dia telah berbuat zalim pada dinnya sendiri. Dan jangan kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai permainan; dan ingatlah akan nikmat Allah yang diberikan kepadamu dan apa yang Allah turunkan kepadamu daripada kitab dan kebijaksanaan yang dengan itu Dia menasihati kamu. Takutlah kepada Allah; dan ketahuilah, bahawa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (al-Baqarah: 231)

Dengan memperhatikan ayat ini, maka kita dapati di dalamnya mengandung tujuh butir yang antara lain berisikan ultimatum, peringatan dan ancaman. Kiranya cukup merupakan peringatan bagi orang yang berjiwa dan mahu mendengarkan.

Komentar
  1. […] sejak tahun 2005 ketika dia bermain di klub Turki, Galatasaray. Di negeri bekas pusat kekhalifahan Utsmani itu Allah SWT memberikan hidayah kepadanya. Dia dipertemukan dengan seorang wanita asal […]

  2. […] sejak tahun 2005 ketika dia bermain di klub Turki, Galatasaray. Di negeri bekas pusat kekhalifahan Utsmani itu Allah SWT memberikan hidayah kepadanya. Dia dipertemukan dengan seorang wanita asal […]

  3. […] tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak […]

  4. […] begitu tahu persis bagaimana ujung dari proses pemurtadan tersebut, terdapat banyak anak-anak, bapak-bapak dan ibu-ibu yang masih polos agamanya menerima paket injil tersebut dengan begitu mudahnya. Untuk […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s