Hukumnya Onani (Masturbatio)

Posted: 8 Juni 2010 in Lapangan Ghazirah ( Pergaulan )
Tag:

Kadang-kadang darah pemuda bergelora, kemudian dia menggunakan tangannya untuk mengeluarkan mani supaya alat kelaminnya itu menjadi tenang dan darahnya yang bergelora itu menurun. Cara semacam ini sekarang dikenal dengan nama onani (bahasa Arabnya: istimta’ atau adatus sirriyah).

Kebanyakan para ulama mengharamkan perbuatan tersebut, di antaranya Imam Malik. Beliau memakai dalil ayat yang berbunyi:

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap isterinya atau hamba sahayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barangsiapa mahu selain yang demikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Mu’minun: 5-7)

Sedang orang yang onani adalah melepaskan syahwatnya itu bukan pada tempatnya. Sedang Ahmad bin Hanbal berpendapat, bahawa mani adalah barang kelebihan. Oleh kerana itu boleh dikeluarkan, seperti memotong daging lebih.

Pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hazm. Tetapi ulama-ulama Hanafiah memberikan Batas kebolehannya itu dalam dua perkara:

1. kerana takut berbuat zina.
2. kerana tidak mampu kahwin.

Pendapat Imam Ahmad ini memungkinkan untuk kita ambil dalam keadaan gharizah itu memuncak dan dikhuwatirkan akan jatuh ke dalam haram. Misalnya seorang pemuda yang sedang belajar atau bekerja di tempat lain yang jauh dari negerinya, sedang pengaruh-pengaruh di hadapannya terlalu kuat dan dia khuwatir akan berbuat zina. kerana itu dia tidak berdosa menggunakan cara ini (onani) untuk meredakan bergeloranya gharizah tersebut dan supaya dia tidak berlaku congkak dan gharizahnya itu tidak menjadi ulat.

Tetapi yang lebih baik dari itu semua, ialah seperti apa yang diterangkan oleh Rasulullah s.a.w. terhadap pemuda yang tidak mampu kahwin, iaitu kiranya dia mahu memperbanyak puasa, dimana puasa itu dapat mendidik beribadah, mengajar bersabar dan menguatkan kedekatan untuk bertaqwa dan keyakinan terhadap penyelidikan (muraqabah) Allah kepada setiap jiwa seorang mu’min. Untuk itu Rasuluilah s.a.w. bersabda sebagai berikut:

“Hai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu sudah ada kemampuan, maka kahwinlah sebab dia itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan; tetapi barangsiapa tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung.” (Riwayat Bukhari).

Komentar
  1. […] Qur’an itu adalah kabar gembira atas orang-orang yang beriman dan merupakan kabar takut atas orang – orang yang ingkar. Dan Qur;an itu suatu perkabaran Ilmu pengetahuan, renungan, kemuliaan, […]

  2. […] Bayern Muenchen di tahun 2007, Piala Jerman dan Bundesliga Jerman di tahun 2008. Selain itu, penghargaan Pemain Terbaik Prancis di tahun 2007 dan 2008, juga Pesepakbola Jerman Terbaik di tahun […]

  3. […] Baginya Islam Adalah Sumber Kekuatan Dan Keselamatan « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Hukumnya Onani (Masturbatio)Profil Dan Biografi Pemain Sepak Bola Dunia Frank Riberi Dari Prancis Serta Secerca Kisah […]

  4. […] Bayern Muenchen di tahun 2007, Piala Jerman dan Bundesliga Jerman di tahun 2008. Selain itu, penghargaan Pemain Terbaik Prancis di tahun 2007 dan 2008, juga Pesepakbola Jerman Terbaik di tahun […]

  5. […] Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. An-Nisaa : […]

  6. […] Komentar Terakhir Usia Aisyah Radhiallahu Anhu Saat Menikah Dengan Nabi Muhammad Adalah 19 Atau 20 Tahun, Hadist Dhaif Yang Diriwayatkan Oleh Hisyam Bin ‘Urwah Serta Hadist-Hadist Shahih Bukhari Yang Bertentangan Hadist Hisyam « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Jangan Mendekati ZinaUsia Aisyah Radhiallahu Anhu Saat Menikah Dengan Nabi Muhammad Adalah 19 Atau 20 Tahun, Hadist Dhaif Yang Diriwayatkan Oleh Hisyam Bin ‘Urwah Serta Hadist-Hadist Shahih Bukhari Yang Bertentangan Hadist Hisyam « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Melihat TunanganUsia Aisyah Radhiallahu Anhu Saat Menikah Dengan Nabi Muhammad Adalah 19 Atau 20 Tahun, Hadist Dhaif Yang Diriwayatkan Oleh Hisyam Bin ‘Urwah Serta Hadist-Hadist Shahih Bukhari Yang Bertentangan Hadist Hisyam « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Hukumnya Onani (Masturbatio) […]

  7. […] Shahih Bukhari Yang Bertentangan Hadist Hisyam « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Hukumnya Onani (Masturbatio)Usia Aisyah Radhiallahu Anhu Saat Menikah Dengan Nabi Muhammad Adalah 19 Atau 20 Tahun, Hadist Dhaif […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s