Hukum Membelah Rambut Di Pinggir

Posted: 2 Juni 2010 in Fiqih & Fatwa
Tag:

 Oleh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya : “Apa hukum membelah rambut di pinggir?”

Jawaban.
Yang disunnahkan dalam membelah rambut adalah di tengah-tengah, dari depan ke ubun-ubun. Karena rambut mempunyai belahan ke depan, belakang, kanan dan kiri. Cara membelah rambut yang disyari’atkan adalah dengan membelahnya di tengah-tengah. Sedangkan membelah rambut di samping, tidak di sarankan karena mungkin akan menyerupai kebiasaan orang selain muslim atau masuk dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Dua golongan termasuk ahli neraka saya belum pernah melihatnya, suatu kaum memegang cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk mencambuki manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, sesat dan menyesatkan, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk Surga juga tidak akan mencium baunya, sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian” [Hadits Riwayat Muslim]

Sebagian ulama menafsirkan ‘maailaatun mumiilaatun’ adalah para wanita yang menyisir rambutnya seperti sisiran orang yang sesat serta menyisir orang lain seperti itu. Tapi yang benar adalah bahwa arti ‘maailaatun’ adalah wanita yang sesat dari kewajiban mereka menjalankan agama dan
arti’mumiilaatun’ adalah menyesatkan orang lain dari kewajibannya. Walahu a’lam. [Majmu’ Fatawa wa Rasail Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin]

[Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita-3, hal 94 Darul Haq]

 

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] yang hatinya telah suci dari beroleh pujian atas orang lain atas dirinya. Sedang semua perkataannya, diamnya, perbuatannya, serta ibadahnya terlaksana hanya untuk ALLAH Subhana wa Ta’ala semata. […]

  2. […] hari penghisaban saja sangat mengerikan dan tersiksa. Bagaimana lagi dengan bentuk  adzab dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala di neraka […]

  3. […] hari penghisaban saja sangat mengerikan dan tersiksa. Bagaimana lagi dengan bentuk  adzab dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala di neraka jahannam […]

  4. […] bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini […]

  5. […] bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini […]

  6. […] daripada Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah janda-janda yang ditinggal syahid oleh suami mereka dalam perang menegakkan risalah ALLAH, sehingga mereka sebatang kara hidupnya […]

  7. […] bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini […]

  8. […] bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini […]

  9. […] bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini […]

  10. […] bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini […]

  11. […] bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini […]

  12. […] bagi perjalanan dan eksplorasi antariksa. Adalah para sastrawan yang menciptakan ribuan kisah; kisah-kisah perjuangan, percintaan dan keajaiban. Ketika negeri lain takut akan gagasan-gagasan, peradaban ini […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s