Hukum Bersahabat Dengan Orang Kafir

Posted: 2 Juni 2010 in Fiqih & Fatwa

Tanya:

Kepada Syaikh yang saya hormati. Pertanyaan saya adalah: kalau dimisalkan boleh kaum muslimin bersahabat dengan orang-orang non muslim. Karena masalahnya saya tinggal di negeri yang tidak banyak kaum musliminnya. Sementara teman-teman saya dari kalangan non muslimin baik-baik. Hanya saja mereka banyak melakukan kemusyrikan. Kalau saya memutus hubungan persahabatan dengan mereka, bagaimana mereka akan dapat mengenal kebenaran dan memeluk ajaran Islam? Namun di sisi lain, kalau mereka tetap saja tidak memperhatikan hidayah Islam, apakah hubungan persahabatan kami boleh tetap berlangsung?

Jawab:

Al-Hamdulillah. Allah melarang kaum mukminin untuk menjadikan orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir lainnya sebagai wali, baik dalam arti orang yang dicintai, dijadikan saudara, penolong, atau dijadikan sebagai sahabat karib, kalau mereka orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Allah berfirman:

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka denga pertolongan yang datang daripada-Nya.Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya.Mereka itulah golongan Allah.Ketahuilah, bhwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.”(QS.Al-Mujadilah : 22)

Juga firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:”Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka):”Marilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS.Ali Imran 118-120)

Banyak lagi nash yang senada dengan itu dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul. Namun Allah tidak melarang membalas kebaikan orang-orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin, atau saling membantu dalam hal-hal yang mubah, seperti berjual beli, saling memberi hadiah dan sejenisnya. Allah berfirman:

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah : 8)

Wabillahit Taufik.

(Dinukil dari Fatawa Lajnah Daimah II/42. Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta, Dewan Tetap Arab saudi untuk riset-riset ilmiyah dan fatwa)

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] “Seorang Muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim” (HR. Bukhari) […]

  2. […] raja itu mengirimkan padanya seorang anak untuk diajarinya. Anak ini di tengah perjalanannya apabila seseorang rahib (pendeta nasrani) ia jumpai […]

  3. […] Muslim Bag. I (Baca : Insya ALLAH Penuh Hikmah) « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Hukum Bersahabat Dengan Orang KafirKisah Seorang Pemuda Tukang Sihir, Seorang Pendeta Yang Beriman Kepada ALLAH Dan Raja Yang Dzalim […]

  4. […] suci dari beroleh pujian atas orang lain atas dirinya. Sedang semua perkataannya, diamnya, perbuatannya, serta ibadahnya terlaksana hanya untuk ALLAH Subhana wa Ta’ala semata. Oleh karena manusia […]

  5. […] “Semoga mereka adalah orang-orang yang lahir dalam keadaan Islam dan tidak pernah berbuat kesyirikan, dan perkiraan-perkiraan yang […]

  6. […] Dan Tathayyur Adalah Penghalang Menjadi Ahlul Jannah « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Hukum Bersahabat Dengan Orang KafirSifat-Sifat Serta Ciri-Ciri Golongan Penghuni Syurga Atau Ahlul Jannah Tanpa Hisab Dan Adzab, […]

  7. […] “Semoga mereka adalah orang-orang yang lahir dalam keadaan Islam dan tidak pernah berbuat kesyirikan, dan perkiraan-perkiraan yang […]

  8. […] Ali * Kedokteran 1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran 1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran 1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran 1097 – Ibn […]

  9. […] Ali * Kedokteran 1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran 1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran 1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran 1097 – Ibn […]

  10. […] Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan […]

  11. […] Ali * Kedokteran 1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran 1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran 1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran 1097 – Ibn […]

  12. […] Ali * Kedokteran 1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran 1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran 1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran 1097 – Ibn […]

  13. […] Ali * Kedokteran 1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran 1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran 1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran 1097 – Ibn […]

  14. […] Ali * Kedokteran 1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran 1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran 1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran 1097 – […]

  15. […] Ali * Kedokteran 1077 * Ibn Abi Sadia Abul Qasim * Kedokteran 1090-1161 – Ibn Zuhr (Avenzoar) * Ilmu Bedah, Kedokteran 1095 – Ibn Bajah, Mohammed Ibn Yahya (Avenpace) * Astronomi, Kedokteran 1097 – Ibn […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s