Teknik Menyelam Laba-Laba Lonceng

Posted: 26 Mei 2010 in ALLAH & Ciptaan-Nya
Tag:,

Laba-laba air yang hidup di daerah bersuhu hangat di Asia dan Eropa menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam air karena mereka membuat sarang di dalam air.

Untuk pembangunan sarangnya, laba-laba mula-mula mendirikan semacam panggung dengan merentangkan jaring-jaring di antara daun-daun atau tumbuhan air. Laba-laba mengaitkan panggung ini ke batang tanaman yang terdekat dengan benang sutra. Benang ini menjadi tanda bagi laba-laba untuk menunjukkan sarangnya, sebagai tali yang mengukuhkan panggung dan sebagai sistem “radar” yang memberitahukan kepadanya bila ada mangsa yang datang mendekat.

Setelah mendirikan panggung, laba-laba membawa gelembung-gelembung udara ke bawahnya dengan menggunakan kaki dan tubuhnya. Maka jaring-jaring tersebut menggelembung ke atas dan, dengan ditambahnya udara lagi, menjadi berbentuk seperti lonceng. Lonceng ini adalah sarang tempat laba-laba bernaung selama dia berada di bawah air. (gambar di kiri bawah).

Pada siang hari, laba-laba menunggu di sarang. Bila ada hewan kecil yang lewat, khususnya seekor serangga atau larva, laba-laba segera keluar untuk menangkap dan membawanya ke dalam sarang sehingga dapat dimakan. Seekor serangga yang jatuh ke air menyebabkan getaran. Karena merasakan adanya getaran ini, si laba-laba keluar, mengambil serangga tersebut dan membawanya ke dalam air. Laba-laba menggunakan permukaan air seolah-olah itu jaring-jaring. Keadaan yang dialami serangga saat jatuh ke air ini tak berbeda dengan keadaan mangsa apa yang terjebak di jaring.

Menjelang musim dingin, laba-laba perlu mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi dirinya sendiri agar tidak membeku. Karena itulah, laba-laba air masuk lebih dalam lagi ke air. Kali ini, laba-laba membangun lonceng untuk musim dingin dan mengisinya dengan udara. Beberapa jenis laba-laba tinggal di dalam cangkang siput laut yang mereka temukan di kedalaman air. Laba-laba tetap diam tidak bergerak di dalam lonceng dan nyaris tidak menghabiskan energi sedikitpun selama melewati musim dingin. Laba-laba melakukan hal ini agar tidak kehilangan energi dan untuk menekan kebutuhan oksigen. Dengan tindakan yang disertai perhitungan ini, oksigen dalam gelembung udara yang dibawa laba-laba ke sarang dapat mencukupi kebutuhan hidup laba-laba selama musim dingin sampai 4-5 bulan.7

Nyatalah bahwa teknik berburu laba-laba dan gelembung yang diciptakannya sudah dirancang dengan cara yang paling sempurna agar laba-laba dapat hidup di dalam air. Makhluk yang biasa hidup di darat jelas tidak mungkin bisa menemukan cara tinggal di dalam air secara kebetulan. Jika makhluk ini tidak memiliki sifat dan alat yang dibutuhkan untuk hidup di dalam air, makhluk ini akan mati begitu dia memasuki air. Maka, Allah menciptakan makhluk daratan, yang dapat tinggal di dalam air karena dilengkapi kemampuan yang sesuai untuk itu, beserta semua ciri khasnya, dalam sekejap mata.

Dengan menciptakan contoh yang tiada taranya seperti laba-laba air ini, Allah memperkenalkan kepada kita pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas.

Komentar
  1. […] : “Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat […]

  2. […] : “Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat […]

  3. […] bin al-Ash diutus ke Raja Oman Jaifar dan Abd putera Julandi dari Azd.  Keduanya pun beriman dan memeluk Islam serta membiarkan Amr mengambil zakat dan mengatur pemerintahan. Dan Amr menetap disana sampai […]

  4. […] sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika […]

  5. […] sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika […]

  6. […] sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s