Molekul: Sumber Cita-Rasa Dan Keindahan

Posted: 26 Mei 2010 in ALLAH & Ciptaan-Nya
Tag:,

Berbagai zat atau bahan tampak berbeda dan memiliki ciri yang berlainan walaupun mengandung atom yang sama. Menurut Anda, apa yang membuat benda-benda di sekitar Anda berbeda? Apa yang membuat benda berbeda-beda dalam warna, bentuk, bau, dan rasa dan apa yang menjadikannya lembut atau keras? Penyebab semua perbedaan ini adalah karena atom-atom membentuk ikatan kimia yang berbeda dalam pembentukan molekul.

Setelah atom, yang merupakan tahap pertama dalam penyusunan zat, tahap berikutnya adalah molekul. Molekul merupakan satuan terkecil yang menentukan sifat kimia suatu zat. Sebagian dari struktur yang kecil ini terdiri dari satu atau lebih atom, tetapi sebagian lainnya mengandung beribu-ribu kelompok atom. Keanekaragaman yang kita lihat di sekitar kita terjadi karena molekul terbentuk secara berlainan. Kita dapat melihat ini dengan mengambil contoh dari indra pengecap dan penciuman kita.

Sebenarnya, konsep seperti “rasa” dan “bau” adalah tidak lebih dari persepsi (pencerapan) alat pancaindra kita terhadap molekul-molekul yang berlainan. Bau makanan, minuman, serta beraneka buah dan bunga, semuanya terdiri dari molekul yang mudah menguap, salah satu contohnya dapat kita lihat pada gambar dalam kotak kecil di halaman sebelah kanan. Atom menyusun benda hidup dan benda tak-hidup, serta membentuk rasa dan keindahan pada benda-benda tersebut. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Molekul-molekul yang mudah menguap seperti bau vanila dan wangi bunga tulip menembus reseptor yang berupa rambut-rambut kecil di wilayah hidung yang disebut epithelium dan berinteraksi (saling mempengaruhi) dengan reseptor ini. Interaksi ini dirasakan sebagai bau di dalam otak kita. Serupa dengan itu, ada empat jenis reseptor kimia yang berbeda di bagian depan lidah manusia. Ini berkaitan dengan rasa asin, manis, asam, dan pahit. Molekul-molekul yang sampai ke reseptor pada semua indra kita diterima sebagai sinyal kimiawi oleh otak kita.

Dewasa ini, kita telah memahami bagaimana rasa dan bau diterima oleh indra kita dan bagaimana cara terbentuknya. Namun, para ilmuwan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang mengapa sejumlah zat berbau lebih menyengat sedangkan sebagian lainnya berbau lebih lembut, atau mengapa sebagian di antaranya berbau tidak enak sedangkan sebagian yang lain memiliki bau yang menyenangkan.

Keberadaan rasa dan bau bukanlah kebutuhan mendasar bagi ummat manusia. Namun, beratus-ratus jenis buah dan sayur-mayur yang lezat, dengan bau-bauan yang menggiurkan, dan beribu jenis bunga dengan warna, bentuk, dan keharuman yang berbeda-beda, semua timbul dari dalam tanah. Semuanya menambahkan keindahan yang jelas pada dunia kita selaku produk seni yang menakjubkan.

Dari sudut pandang ini, warna dan bau, seperti semua nikmat Allah lainnya, adalah dua di antara segenap keindahan, yang dilimpahkan oleh Allah, Yang Maharamah dan Magaagung, kepada manusia tanpa terhitung. Ketidakhadiran dua indra perasa ini cukup untuk menjadikan kehidupan manusia terasa hambar. Sebagai balasan dari semua nikmat yang diberikan kepadanya, seseorang tentulah harus berusaha untuk menjadi abdi Allah, Yang meliputi manusia dengan pengetahuan-Nya.

Komentar
  1. […] berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah, ia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya, […]

  2. […] merobek baju dan menyakiti beliau. Maka berdoalah beliau memohon pada Allah agar ia mendapat bencana dengan ulah seekor anjing diantara anjing-anjingnya. Dia pun dibunuh oleh singa di Zarqa, daerah […]

  3. […] kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). […]

  4. […] kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). […]

  5. […] Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, `Jika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya aku berikan kepada kalian mut`ah dan aku ceraikan kalian dengan cara yang […]

  6. […] Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, `Jika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya aku berikan kepada kalian mut`ah dan aku ceraikan kalian dengan cara yang […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s