Migrasi Udang Berduri

Posted: 26 Mei 2010 in ALLAH & Ciptaan-Nya

Pernahkah Anda mempertanyakan bagaimana makhluk dapat mengatur perjalanannya untuk bermigrasi (berpindah tempat) setiap tahun ke wilayah yang terletak beribu-ribu kilometer jauhnya? Sejumlah pertanyaan segera sampai ke benak kita: Bagaimana mereka menghitung dengan tepat jarak yang harus ditempuh dan menyimpan cukup makanan sampai akhir perjalanan mereka? Mengapa mereka tidak bingung menentukan jalur yang harus ditempuh? Bagaimana mereka tahu bahwa cuaca di tempat tujuan akan lebih baik? Bagaimana mereka mencari jalan bahkan ke tempat yang belum pernah mereka datangi sebelumnya? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini, dan banyak lagi, tak dapat dielakkan lagi, menuju kepada satu fakta yang nyata.

Jelas tidak mungkin hewan yang melakukan migrasi ini memperoleh informasi tentang tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi melalui pikiran dan kemauan mereka sendiri, lalu membuat perhitungan dan pergi berkelompok sesuai dengan perhitungan ini. Situasi ini mengungkapkan bahwa apa pun yang mereka lakukan “diilhami,” dan bahwa makhluk-makhluk ini dipimpin oleh sesuatu yang hebat. Hewan migran ini mencari jalan mereka, memahami bagaimana cara menghemat energi dan mengumpulkan informasi lain yang diperlukan, semata-mata karena ilham dari Allah.

Udang berduri adalah salah satu contoh hewan-berpindah atau migran ini. Mari kita lihat bagaimana makhluk-makhluk ini mencapai hal yang tampak mustahil. Udang berduri hidup di antara gosong karang di perairan tropis dan beriklim sedang. Saat musim gugur tiba, mereka meninggalkan gua-gua besar yang terdapat di gosong karang dan berkumpul dalam kelompok besar di bawah laut. Mereka membentuk lajur, yang dapat terdiri dari hanya beberapa ekor udang sampai lebih dari seratus, dengan setiap hewan berbaris di belakang yang lain, dan antena mereka menyentuh ekor hewan di depannya. Ada alasan penting di balik perpindahan udang bersama-sama seperti ini. Mula-mula, dengan melakukan perjalanan di dalam barisan, udang mengurangi dampak tarikan dari air, memungkinkan mereka menggunakan lebih sedikit energi dan bergerak lebih cepat. Dengan begini mereka juga terlindung karena mereka harus melewati dataran pasir yang terbuka, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Sewaktu udang diserang oleh pemangsa, mereka bubar dari barisan dan membentuk lingkaran, dan mengeluarkan cakarnya untuk melindungi dirinya.19

Udang dewasa bertelur di gosong karang di pantai. Larvanya, kemudian terbawa arus air kembali ke laut, sehingga akhirnya sampai ke dasar laut. Daur tersebut terulang sewaktu udang muda tumbuh dan mencapai masa dewasa serta mulai berpindah tempat kembali ke tempat bertelur.

Komentar
  1. […]  pohon,  membelah  bumi  dan  tegak  menaungi  Rasulullah  saw. Tatkala beliau  bangun,  diceritakanlah kejadian tersebut padanya. Maka beliau  pun  bersabda:  “Pohon  tersebut telah […]

  2. […] hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka ketika pintu neraka Jahannam itu terbuka, […]

  3. […] hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka ketika pintu neraka Jahannam itu terbuka, […]

  4. […] untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s