Kejujuran Seorang Saudagar Permata

Posted: 26 Mei 2010 in Kisah & Sejarah Islam
Tag:, ,

Pada suatu hari, seorang saudagar perhiasan di zaman Tabiin bernama Yunus bin Ubaid, menyuruh saudaranya menjaga kedainya kerana ia akan keluar solat. Ketika itu datanglah seorang badwi yang hendak membeli perhiasan di kedai itu. Maka terjadilah jual beli di antara badwi itu dan penjaga kedai yang diamanahkan tuannya tadi.
Satu barang perhiasan permata yang hendak dibeli harganya empat ratus dirham. Saudara kepada Yunus menunjukkan suatu barang yang sebetulnya harga dua ratus dirham. Barang tersebut dibeli oleh badwi tadi tanpa diminta mengurangkan harganya tadi. Ditengah jalan, dia terserempak dengan Yunus bin Ubaid. Yunus bin Ubaid lalu bertanya kepada si badwi yang membawa barang perhiasan yang dibeli dari kedainya tadi.

Sememangnya dia mengenali barang tersebut adalah dari kedainya. Saudagar Yunus bertanya kepada badwi itu, “Berapakah harga barang ini kamu beli?”

Badwi itu menjawab, “Empat ratus dirham.”
“Tetapi harga sebenarnya cuma dua ratus dirham sahaja. Mari ke kedai saya supaya saya dapat kembalikan wang selebihnya kepada saudara.” Kata saudagar Yunus lagi.
“Biarlah, ia tidak perlu. Aku telah merasa senang dan beruntung dengan harga yang empat ratus dirham itu, sebab di kampungku harga barang ini paling murah lima ratus dirham.”
Tetapi saudagar Yunus itu tidak mahu melepaskan badwi itu pergi. Didesaknya juga agar badwi tersebut balik ke kedainya dan bila tiba dikembalikan wang baki kepada badwi itu. Setelah badwi itu beredar, berkatalah saudagar Yunus kepada saudaranya, “Apakah kamu tidak merasa malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan dua kali ganda?” Marah saudagar Yunus lagi.

“Tetapi dia sendiri yang mahu membelinya dengan harga empat ratus dirham.” Saudaranya cuba mempertahankan bahawa dia dipihak yang benar.
Kata saudagar Yunus lagi, “Ya, tetapi di atas belakang kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan terhadap diri kita sendiri.”
Jika kisah ini dapat dijadikan tauladan bagi peniaga-peniaga kita yang beriman, amatlah tepat. Kerana ini menunjukkan peribadi seorang peniaga yang jujur dan amanah di jalan mencari rezeki yang halal. Jika semuanya berjalan dengan aman dan tenteram kerana tidak ada penipuan dalam perniagaan.

Dalam hal ini Rasulullah S.A.W bersabda, “Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang menahan, yang melepas dan memberi rezeki dan sesungguhnya aku harap bertemu Allah di dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntut aku lantaran menzalimi di jiwa atau diharga.” (Diriwayat lima imam kecuali imam Nasa’i)

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] apa yang menjadi alasan mereka masing-masing. Lalu per­timbangkanlah baik-baik fihak mana yang harus dibela dan diikuti. Jika mereka sudah berdamai, kalian dapat pulang ke rumah ma­sing-masing membawa pahala, sebab […]

  2. […] Kristian sendiri ada yang secara jujur dan arif mengakui bahwa Injil telah dinodai oleh tangan mereka sendiri. Bagaimanakah umat Kristian di […]

  3. […] Abu Hurairah dan Abu Darda memang bukan diplomat dan bukan pula orang-orang politik seperti Muawiyah atau Amr bin Al Ash. Mereka berdua itu orang-orang bertaqwa, lugu dan polos. Tampaknya mereka tidak dapat meraba apa-apa yang ada dibalik ucapan Muawiyah. Mungkin dua orang itu menganggap Muawiyah sama dengan diri mereka, jujur, terus terang dan tidak bermain lidah. […]

  4. […] Mereka bergerak me­lawan kaum Muhajirin, kaum Ansor dan orang-orang yang masuk agama Islam dengan niat ikhlas dan jujur. Mereka melepaskan anak-panah dan melempar tombak. Di saat itulah aku bangkit dan bergerak melawan […]

  5. […] Mereka bergerak me­lawan kaum Muhajirin, kaum Ansor dan orang-orang yang masuk agama Islam dengan niat ikhlas dan jujur. Mereka melepaskan anak-panah dan melempar tombak. Di saat itulah aku bangkit dan bergerak melawan […]

  6. […] Imam. Antara lain ialah menjaga dan memelihara pelaksa­naan perintah serta larangan agama; menjaga keselamatan Islam dan kemurniannya dari perbuatan orang-orang yang mengabaikan nilai-nilai susila dan moral; melaksanakan […]

  7. […] menghadapi bahaya menantang. Prinsip kesederhanaan yang tidak dibuat-buat itulah yang melahirkan sikap polos, jujur dan terus terang, baik dalam ucapan maupun perbuatan, dalam keadaan sulit atau pun […]

  8. […] suatu hal yang mengherankan bila seseorang jujur dan adil terhadap sesama kawan. Tetapi bila ada orang yang jujur dan adil terhadap lawan, ini sungguh suatu […]

  9. […] 1. James Russel Lowel. Secara perlahan Injil manusia itu ditulis bukan pada lembaran-lembaran kertas atau lempengan-lempengan batu, setiap zaman, setiap kelurga, menambahkan satu ayat kepadanya, teks-teks tentang keputusasaan atau pengharapan, kebahagiaan atau kesedihan. […]

  10. […] Menganjurkan jiwa untuk bersemangat meraih apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala janjikan kepada orang-orang yang berlaku adil/tidak dzalim. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam […]

  11. […] berbaur antara wanita dengan pria semata-mata karena dia tahu bahwa di tempat itu terdapat pekerja-pekerja wanita lain selain dirinya […]

  12. […] berbaur antara wanita dengan pria semata-mata karena dia tahu bahwa di tempat itu terdapat pekerja-pekerja wanita lain selain dirinya […]

  13. […] Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi […]

  14. […] apa yang menjadi alasan mereka masing-masing. Lalu per­timbangkanlah baik-baik fihak mana yang harus dibela dan diikuti. Jika mereka sudah berdamai, kalian dapat pulang ke rumah ma­sing-masing membawa pahala, sebab […]

  15. […] Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi […]

  16. […] Kumpulan Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4, Perbuatan Dosa “Pelecehan”, Rahasia Ujian dalam Kehidupan, Hikmah Sejati Menurut Alqur’an, Perjuangan Agama Kaum Tak Beragama, […]

  17. […] Untuk Kehidupan, Kumpulan Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4, Perbuatan Dosa “Pelecehan”, Rahasia Ujian dalam Kehidupan, Hikmah Sejati Menurut Alqur’an, Perjuangan Agama Kaum Tak Beragama, Tarbiyyah […]

  18. […] Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi […]

  19. […] Kristian sendiri ada yang secara jujur dan arif mengakui bahwa Injil telah dinodai oleh tangan mereka sendiri. Bagaimanakah umat Kristian di […]

  20. […] Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi […]

  21. […] suatu hal yang mengherankan bila seseorang jujur dan adil terhadap sesama kawan. Tetapi bila ada orang yang jujur dan adil terhadap lawan, ini sungguh suatu […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s