Ibrahim Voo (Malaysia)

Posted: 26 Mei 2010 in Muallaf
Tag:

Sebelum saya memeluk agama Islam, saya adalah penganut Katolik Roma. Tapi berbarengan dengan ketidak yakinan saya atas kepercayaan Trinitas, Hidangan Ketuhanan Suci (Holly Communion), ke-Rahiban dan lain-lain, saya tidak kehilangan iman kepada Allah, dan tidak ada seorang Pendeta Katolikpun yang mampu meyakinkan saya tentang semua kepercayaan itu secara rasional. Satu-satunya jawaban mereka ialah: “Itu semua adalah rahasia dan akan tetap rahasia. Yesus itu penutup para Nabi, sedangkan Muhammad hanyalah seorang Dajjal.” Na’udzu-billah!!

Keimanan saya kepada agama Katolik telah merosot, sampai akhirnya saya bergaul dengan banyak orang Islam Malaya. Saya telah berbicara dengan mereka tentang agama, dan sewaktu-waktu perdebatan kami menjadi hangat. Secara berangsur-angsur saya menjadi yakin bahwa Islam adalah agama yang rasional, dan Islam sepengetahuan saya adalah benar. Beribadat dalam ajaran Islam hanya kepada Allah, tidak kepada yang lain, sehingga dalam mesjid itu tidak terdapat gambar, patung atau lain-lain. Sembahyang dalam mesjid atau-di mana saja itulah yang telah merebut perhatian saya.

Komentar
  1. […] lembu dan kambing dan juga hamba sahaya. Ia berkata: Hai hamba Allah, janganlah engkau memperolok-olokkan […]

  2. […] :”Apa ini?” Mereka menjawab :”Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. […]

  3. […] “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya […]

  4. […] tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan […]

  5. […] tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan […]

  6. […] tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan […]

  7. uwoghani6 berkata:

    […] tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan […]

  8. […] tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan […]

  9. […] tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan […]

  10. […] tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s