Candaan Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasallam

Posted: 26 Mei 2010 in Kisah & Sejarah Islam
Tag:,

Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda menerima hamba, orang buta, dan anak-anak. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang benar saja.
Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,
“Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta”, katanya.
“Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta”, kata Rasulullah SAW.
“Ia tidak mampu”, kata perempuan itu.
“Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta”.
“Ia tidak mampu”.
Para sahabat yang berada di situ berkata,
“bukankah unta itu juga anak unta?”

Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,
“Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu”.
“Semoga suamimu yang dalam matanya putih”, kata Rasulullah SAW.
Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, “kenapa kamu ini?”.
“Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih”, kata istrinya menerangkan. “Bukankah semua mata ada warna putih?” kata suaminya.
Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,
“Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga”. “Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua”.
Perempuan itu lalu menangis.
Rasulullah menjelaskan, “tidakkah kamu membaca firman Allah ini,

Serta kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya”.

Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai gunung yang teguh. Na’im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya, Rasulullah turut tersenyum.

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Dalam perundingan itu Amr dengan gigih bertahan membela Muawiyah, sedangkan Abu Musa berpendirian “asal da­mai” dan “asal selamat”. Dengan berbagai siasat dan muslihat, akhirnya Amr berhasil menyeret Abu Musa kepada suatu […]

  2. […] memperkuat dan membenarkan pendiriannya sen­diri-sendiri. Tetapi akhirnya dengan mengadu hujjah berdasar Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya, Ibnul Kawwa tergiring ke su­dut sampai tidak dapat lagi menemukan alasan untuk menyanggah […]

  3. […] Aku diam tidak mengulurkan tangan, sebab aku yakin bahwa akulah yang sebenarnya lebih berhak meneruskan kepe­mimpinan Rasul Allah s.a.w. daripada orang lain yang akan me­mimpin aku. Beberapa waktu lamanya aku tetap bersikap seperti […]

  4. […] Aku diam tidak mengulurkan tangan, sebab aku yakin bahwa akulah yang sebenarnya lebih berhak meneruskan kepe­mimpinan Rasul Allah s.a.w. daripada orang lain yang akan me­mimpin aku. Beberapa waktu lamanya aku tetap bersikap seperti […]

  5. […] “…Perintah yang dipercayakan kepada kami berdua untuk terus melawan musuh, merupakan kewajiban yang akan kami laksana­kan, dengan harapan semoga Allah akan melimpahkan pahala ke­pada kita. Mudah-mudahan Allah akan […]

  6. […] Islam dan pertumbuhannya ditandai oleh ci­ri khusus dalam suatu kurun waktu tertentu. Yaitu sepeninggal Rasul Allah s.a.w. ummat Islam dipimpin oleh 4 orang Khalifah yang sangat terkenal dan diakui serta dihormati oleh […]

  7. […] hakim, orang Nasrani yang bersangkutan diperkenankan pu­lang membawa barang tersebut. Dengan wajah berseri-seri mencer­minkan keikhlasan hatinya Imam Ali r.a. melihat orang Nasrani itu beranjak dari tempatnya sambil mengangkat baju […]

  8. […] Ismail (yang akhir­nya kemu­dian disebut bangsa Arab), karena tidak pindah kemana-mana, bahasanya masih asli atau setidak-tidaknya paling mendekati dengan bahasa yang dipakai oleh nabi Ibrahim, Ismail, Ishak dan […]

  9. […] saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. […]

  10. […] juga menjelaskan bahwa beliau adalah orang yang ramah dan lemah lembut. Allah Ta’ala […]

  11. […] adalah para khalifah yang mendapat petunjuk, yang kekhalifahan mereka diberitakan oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sabdanya: “Kekhalifan sesudahku berlangsung selama tiga puluh tahun” [Kemudian […]

  12. […] Tawadhu‘/rendah hati Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi penekanan untuk bersikap […]

  13. […] Sekitar awal September 2006 lalu, kelas Islamic Forum for non Muslims kedatangan seorang gadis bule bermata biru. Duduk di salah satu sudut ruang dengan mata yang tajam, hampir tidak kerkedip dan bahkan memperlihatkan pandangan yang tajam. Beberapa kali lelucon yang saya sampaikan dalam kelas itu, tidak juga menjadikannya tersenyum. […]

  14. […] adalah para khalifah yang mendapat petunjuk, yang kekhalifahan mereka diberitakan oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sabdanya: “Kekhalifan sesudahku berlangsung selama tiga puluh tahun” [Kemudian […]

  15. […] pria tidak boleh bersenang-senang dengan bukan mahram, baik dengan berbincang-bincang, memandang atau berduaan. Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Jangan sekali-kali seorang pria berdua […]

  16. […] Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina“, Maryam dipanggil “saudara perempuan Harun”, karena ia seorang wanita yang […]

  17. […] akhi lagi ukhti muslimah sekaliannya, bukanlah Ibu Kita Kartini melainkan adalah Ummul Mukminin para istri – istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam […]

  18. […] Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mau taat atau tidak mau jinak, maka dia akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang […]

  19. […] Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mau taat atau tidak mau jinak, maka dia akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang […]

  20. […] orang Nasrani yang bersangkutan diperkenankan pu­lang membawa barang tersebut. Dengan wajah berseri-seri mencer­minkan keikhlasan hatinya Imam Ali r.a. melihat orang Nasrani itu beranjak dari tempatnya sambil mengangkat baju […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s