Alat Perasa Yang Sempurna: Kulit

Posted: 26 Mei 2010 in ALLAH & Ciptaan-Nya
Tag:,

Sementara ini, Anda dapat dengan mudah membalik halaman-halaman buku ini karena tangan Anda tidak mengalami kesulitan dalam meraba tekstur halaman buku. Dengan cara yang sama, Anda dapat pula memegang dan membawa benda yang permukaannya licin, misalnya gelas. Anda dapat merasakan kehalusan saat menyentuh bulu dan merasakan sesuatu yang keras saat memegang batu. Dengan merasakan semua ini dan mengirimkan sinyal-sinyal yang dibutuhkan ke otak Anda, kulit Anda memiliki sifat-sifat yang memungkinkan Anda menggambarkan benda di dalam otak Anda.

Banyak sekali saraf yang terdapat di ujung jari. Dengan adanya saraf ini, Anda dipermudah dalam bergerak dan tidak menyebabkan kesulitan sedikit pun. Di lain pihak, di bagian “yang tidak begitu penting,” pada punggung manusia misalnya, jumlah ujung saraf lebih sedikit. Ini keuntungan yang sangat penting. Sekarang, mari membayangkan hal sebaliknya: Mari kita anggap ujung jari kita tidak begitu peka sedangkan saraf-saraf tersusun sedemikian sehingga berada lebih banyak di bagian punggung tubuh kita. Hal ini, tidak diragukan lagi, akan menjadi sangat merepotkan. Dalam keadaan yang seperti ini kita tidak dapat menggunakan tangan kita sebagaimana mestinya, malah kita akan merasakan benda sekecil apa pun yang menyentuh punggung kita, lipatan baju kita, misalnya.

Kulit manusia adalah organ yang kompleks yang terdiri atas beberapa lapisan dan mengandung saraf perasa, saluran peredaran darah, sistem aliran udara, dan penyeimbang atau pengatur antara kelembapan dan panas, yang melindungi tubuh seperti perisai terhadap sinar matahari. Karena hal ini, manusia berada dalam bahaya besar jika sebagian kulitnya rusak. Di bawah kulit ada lapisan yang mengandung lemak. Lapisan lemak ini berfungsi sebagai sekat terhadap panas. Di atas lapisan ini ada lapisan lain lagi, yang kebanyakan terdiri dari protein sehingga membuat kulit menjadi kenyal.

Seandainya kita mengelupas kulit dan melihat sekadar satu sentimeter (0,4 inci) di bawahnya, pemandangan yang kita temui akan tidak indah sama sekali, bahkan menakutkan, di mana akan tampak lemak dan protein serta berbagai pembuluh darah. Karena ciri-ciri pada kulit memungkinkannya menutupi struktur ini, kulit berperan penting dalam memperindah tubuh kita dan sekaligus juga memungkinkan kita melindungi diri dari faktor-faktor luar. Agar dapat merenungkan dan memahami pentingnya keberadaan kulit, kita cukup memikirkan beberapa fungsi kulit yang vital bagi kita.

Kulit manusia mencegah terjadinya gangguan pada keseimbangan air di dalam tubuh, kuat dan elastis, dapat menyembuhkan dirinya sendiri, melindungi tubuh dari pancaran sinar yang membahayakan, menjaga kontak dengan dunia luar, dan melindungi suhu tubuh di dalam cuaca dingin atau panas.

Selain berfungsi sebagai detektor atau alat perasa dan pencari yang peka, serta AC yang canggih, kulit manusia juga memenuhi segala jenis keperluan manusia itu sendiri. Semua ini menunjukkan bahwa kulit merupakan nikmat yang telah diciptakan oleh Allah, dengan keindahan yang diberikannya bagi pandangan mata dan keistimewaan yang dimilikinya untuk melindungi manusia. Kulit, topik yang sudah ditulis di dalam berlembar-lembar buku, sekali lagi menunjukkan kepada kita kehebatan Allah dalam mencipta.

Komentar
  1. […] Qois bin Syimas: “Engkau akan hidup mulia dan mati syahid.“ Maka hal itu terbukti, dia hidup mulia dan mati syahid dalam perang […]

  2. […] untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat. 3.585242 98.675598 Rate this: Bagikan […]

  3. […] untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat. Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to […]

  4. […] Al-Qur’an itu : “Adakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan […]

  5. […] apabila ia hendak keluar, niscaya jikalaulah ia seorang istri hendaklah ia beroleh izin daripada suaminya dan bepergian bersama mahromnya untuk melindunginya atau memberi rasa aman atas dirinya dari […]

  6. […] apabila ia hendak keluar, niscaya jikalaulah ia seorang istri hendaklah ia beroleh izin daripada suaminya dan bepergian bersama mahromnya untuk melindunginya atau memberi rasa aman atas dirinya dari […]

  7. […] apabila ia hendak keluar, niscaya jikalaulah ia seorang istri hendaklah ia beroleh izin daripada suaminya dan bepergian bersama mahromnya untuk melindunginya atau memberi rasa aman atas dirinya dari […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s