Pergaulan Dalam Iman dan Islam

Posted: 18 Mei 2010 in Tausiyah
Tag:, ,

Saudara saudariku..katahuilah olehmu, bahwasanya pergaulan antara kamu dengan sebahagian kamu yang lain termatlah sangat besar pengaruhnya bagi akhlak dan terlebih agamamu. Maka hendaklah kamu berhati – hati, layaknya iblis yang sejak dahulu telah berjanji pada Allah Azza wa Jalla hendak menyesatkan ummat manusia. Demikian pula dengan manusia – manusia yang sesat lagi keluar dari jalur agama, niscaya tiadalah ia berkehendak sesat dengan sendirinya melainkan ia akan mencari dan mengumpulkan sebanyak – banyaknya teman agar kiranya juga sesat sebagaimana dirinya.

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam bersabda;
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Maka saudara – saudariku, janganlah sekali – kali kamu terperdaya dengan tipu muslihat iblis yang telah merajai segenap akhlak dan tingkah laku manusia. Bisik – bisik baying – baying kesesatan yang teramat halus gerangannya pada dirimu, demikianlah..mereka (iblis) menjadi – jadikan sesuatu yang buruk itu baik dalam perkataan maupun perbuatan adalah seolah tiada salahnya bagimu sampai kemudian engkau sesat lagi menyesatkan.

Rasulullah Shalallaahu’ alaihi wasalam bersabda;
“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Ahmad dihasankan oleh al-Albani)

Jika ia seorang ahli maksiat, maka jauhilah ia..sedang jika ia adalah seorang alim lagi beramal ibadah yang baik maka hampirilah ia. Janganlah kamu takut untuk benar melainkan takutilah segala apa – apa yang kiranya hendak menyesatkanmu, sesungguhnya yang sedemikian itu adalah terlebih besar mudharatnya dari atas apa – apa yang kamu sangka – sangkakan.
Maka cintailah saudara saudarimu yang seiman dalam islam karena Allah Azza wa Jalla, niscaya engkau akan merasakan manis lagi nikmatnya iman yang Allah limpahkan atas kamu.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda;
“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabal Rodhiyallohu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasalam bersabda; Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah Rodhiyallaahu ‘anhu , diceritakan, “Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini’, jawabnya, ‘Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?’ ‘Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla’, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, “Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia.”

Anas bin malik Rodhiallaahu ‘anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

Dan hendaklah kamu jika sekiranya bertemu dengan saudara – saudarimu yang seiman dengan wajah yang cerah lagi mengkhiaskan kebaikan penuh cahaya senyum yang engkau pancarkan dari hatimu.

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasalam bersabda;
“Janganlah engkau rendahkan kebaikan itu walau sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallaahu ‘anha, bahwasanya “Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu.” (HR. al-Bukhari).

“Allah itu Maha Lemah lagi Maha Lembut, senang kepada kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasalam bersabda;
“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian.” (HR. Imam Malik).

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasalam bersabda;
“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”)

Dan hendaknya janganlah engkau bersangka – sangka yang buruk perihal saudara – saudarimu, karena sesungguhnya engkau tiada mengetahui kebenaran dari atas apa – apa yang engkau sangka – sangkakan.

Nabi Shalallaahu’ alaihi wasalam bersabda;
“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim).

Lagi engkau jagalah segala rahasia sekalipun aib yang engkau ketahui dari saudara – saudarimu dan berbaik – baiklah engkau dengannya sebagaimana yang di ajarkan atas kamu.

Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasalam.Anas Radhiallaahu ‘anhu berkata, ” Nabi Shalallaahu’ alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Alloh ta’ala berfirman;
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Sumber:
Buletin al-barkah edisi 06/thn1/1430

https://tausyah.wordpress.com/

Komentar
  1. […] seorang artis yang bernama Cat Stevens yang (alhamdulillah) menjadi seorang muslim, kemudian ia dipanggil dengan nama Yusuf Islam. Inilah kisahnya seperti yang ia ceritakan, kami […]

  2. […] seorang artis yang bernama Cat Stevens yang (alhamdulillah) menjadi seorang muslim, kemudian ia dipanggil dengan nama Yusuf Islam. Inilah kisahnya seperti yang ia ceritakan, kami […]

  3. […] Allah mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, […]

  4. […] itu ditahan sehingga dia diberi piring dari isteri yang rumahnya ditempati Nabi. Lalu pelayan itu menyerahkan piring yang baik kepada isteri yang dipecahkan piringnya. Sementara Nabi tetap menahan piring […]

  5. […] mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, […]

  6. […] pembeli bisa memilih dengan memakai plastik (dikenai tambahan biaya US$10 perbatang) atau dengan peti kayu (US$50 perbatang). Dan untuk waktu pengirimannya, pembeli bisa memilih antara yang super cepat […]

  7. […] pembeli bisa memilih dengan memakai plastik (dikenai tambahan biaya US$10 perbatang) atau dengan peti kayu (US$50 perbatang). Dan untuk waktu pengirimannya, pembeli bisa memilih antara yang super cepat […]

  8. […] taubat juga dan istiqamah di atasnya ialah berteman dengan orang-orang yang baik dan meneladani amalan-amalan mereka, serta menjauhi berteman dengan orang-orang yang jahat. Shahih dari Rasulullah bahwa […]

  9. […] mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, […]

  10. […] taubat juga dan istiqamah di atasnya ialah berteman dengan orang-orang yang baik dan meneladani amalan-amalan mereka, serta menjauhi berteman dengan orang-orang yang jahat. Shahih dari Rasulullah bahwa […]

  11. […] taubat juga dan istiqamah di atasnya ialah berteman dengan orang-orang yang baik dan meneladani amalan-amalan mereka, serta menjauhi berteman dengan orang-orang yang jahat. Shahih dari Rasulullah bahwa […]

  12. Nurul Chabibah mengatakan:

    […] Allah mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, […]

  13. muslihahblog mengatakan:

    […] Allah mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, […]

  14. […] Allah mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s