Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Wasiat’

Wasiat ALLAH Subhana wa Ta’ala Kepada nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam
Dari Nabi S.A.W., “Pada waktu malam saya diisrakkan sampai ke langit, Allah S.W.T telah
memberikan lima wasiat, antaranya :
* Janganlah engkau gantungkan hatimu kepada dunia kerana sesungguhnya Aku tidak menjadikan dunia ini untuk engkau.
* Jadikan cintamu kepada-Ku sebab tempat kembalimu adalah kepada-Ku.

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda : “Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab :

Seperti yang telah biasa dilakukannya ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia Rosulullah mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.Kemudian Rosulullah berkata,”tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?”

حدثنا حفص بن عمر، ثنا شعبة، ح، وثنا مسدد، ثنا يحيى، عن شعبة، المعنى عن الحكم، عن ابن أبي ليلى، قال مسدد قال: ثنا عليّ قال   شكت فاطمة إلى النبي -صلى الله عليه وسلم- ما تلقى في يدها من الرحى فأتي بسبيٍ، فأتته تسأله فلم تره، فأخبرت بذلك عائشة، فلما جاء النبي -صلى الله [...]

sumber                                         :            www.submission.org diterjemahkan oleh            :            hoetomo dw Perjalanan haji terakhir Nabi Muhammad adalah sebuah kejadian sejarah yang penting dalam kehi- dupan kaum Muslim. Meskipun ribuan kaum Muslimin menjadi saksi atas Wasiat Perpisahan (yang terakhir) yang diberikan Nabi Muhammad, kitab2 Hadith melaporkan [...]

Sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata, ”Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun
ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke
dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan
selamat di dunia dan akhirat.”

Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda, ”Cinta dunia adalah
biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan
segala cara untuk meraih keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita
berupa takwa. Dengan takwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan
kebenaran.